Sunday, 14 August 2011

FaKToR RisiKo

seseorang yang mengidap penyakit diabetes mellitus akan memiliki penderitaan yang lebih berat jika semakin banyak faktor risiko yang menyertainya. Para ahli mengklasifikasikan faktor risiko pemicu timbulnya diabetes mellitus menjadi faktor yang dapat dicontrol dan faktor yang tidak dapat dicontrol.
Faktor yang tidak dapat dicontrol di antaranya faktor keturunan. Seseorang memiliki risiko berat untuk terserang diabetes mellitus jika salah satu atau kedua orang tuanya menderita penyakit tersebut. Faktor usia juga merupakan pemicu yang tidak dapat dikontrol. Orang yang berusia di atas 40 tahun rentan terserang diabetes mellitus meskipun tidak menutup kemungkinan orang yang berusia di bawah 40 tahun bebas dari diabetes mellitus.
Adapun faktor Risiko Diabetes Mellitus yang dapat dikontrol di antaranya adalah sebagai berikut :
• Obesitas atau kegemukan. Kegemukan akan menyebabkan adanya resistansi insulin.
• Kurang berolahraga. Olahraga secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin sehingga insulin dapat dipergunakan lebih baik oleh sei¬sel tubuh dan dosis pengobatannya dapat diturunkan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas fisik (sekitar 30 menit/hari) dapat mengurangi risiko diabetes. Olahraga juga dapat digunakan sebagai usaha untuk membakar lemak dalam tubuh sehingga dapat mengurangi berat badan bagi orang obesitas. Kebanyakan penderita diabetes tidak aktif sehingga olahraga harus dimulai secara perlahan dan ringan (misalnya olahraga jalan kaki atau bersepeda) dan secara perlahan dinaikkan untuk menghindari efek-efek yang tidak diinginkan seperti cedera, hipoglikemia, dan gangguan jantung. Jenis olahraga yang diajurkan tergantuang dari masing-masing individu penderita dengan mempertimbangkan kondisi fisik, kapasitas, minat, dan motivasi. Olahraga juga harus dilakukan secara teratur sebaiknya 5-6 kali seminggu.
• Asupan makanan berenergi tinggi dan rendah serat. Asupan makanan terutama melalui makanan yang berenergi tinggi atau kaya kabohidrat dan serat yang rendah dapat mengganggu stimulasi sel-sel beta pankreas dalam memproduksi insulin.
• Asupan asam lemak trans yang tinggi dan asupan lemak dengan rasio lemak tak jenuh/lemak jenuh rendah. Asupan lemak ke dalam tubuh perlu diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap kepekaan insulin. Dalam hal ini perlu dihindari asupan lemak jenuh yang dapat memperburuk kepekaan insulin.
• Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan. Konsumsi alkohol sangat dibatasi bagi penderita diabetes dan lebih baik dihindari untuk mengurangi terjadinya komplikasi. Disarankan pula bagi penderita diabetes yang merokok untuk segera menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena nikotin dalam rokok dapat berpengaruh buruk terhadap penyerapan glukosa oleh sel.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

 
Free Blogger Templates